Metode Tsukamoto merupakan perluasan dari penalaran monoton. Pada metode Tsukamoko, setiap konsekuen pada aturan yang berbentuk IF-THEN harus dipresentasikan dengan suatu himpunan fuzzy dengan fungsi keanggotaan yang monoton.
Output hasil inferensi dati tiap-tiap aturan diberika secara tegas (crisp) berdasarkan α-predikat(fire strength). Hasil akhir diperoleh menggunakan rata-rata bobot.
Konsep logika Fuzzy dicetuskan oleh Lotfi Zadeh, seorang profesor University of California di Berkeley. Fuzzy dipresentasikan bukan sebagai metodologi kontrol, namun sebagai cara pemrosesan data yang memperbolehkan anggota himpunan parsial dari pada anggota himpunan kosong atau non-anggota.
Himpunan fuzzy didasarkan pada gagasan untuk memperluas jangkauan fungsi karakteristik sedemikian, sehingga fungsi tersebut mencakup bilangan real pada interval [0,1]. Menenjukkan bahwa suatu item dalam alam semesta pembicaraan tidak hanya berada pada 0 atau 1, tetapi nilai yang terletak diantara angka tersebut. Dengan kata lain, nilai kebenaran suatu tidak hanya bernilai benar atau salah. Misal nilai 0 menunjukkan salah, dan nilai 1 menunjukkan benar dan masih ada nilai-nilai yang terletak antara benar dan salah.
Untuk mempelajari sistem fuzzy ada beberapa hal yang harus diketahuti, yaitu: