Penerapan Fuzzy Tsukamoto


Fuzzy Tsukamoto Cocok Untuk Kasus Seperti Apa

Seringkali ada pertanyaan diatas muncul ketika mau membuat sistem menggunakan metode Fuzzy Tsukamoto. Karena itu, disini kami jelaskan kasus apa yang cocok menggunakan metode Fuzzy Tsukamoto dalam penilaiannya dan langkah apa saja yang perlu disiapkan.

Metode Fuzzy Tsukamoto sangat cocok digunakan untuk menangani masalah yang bobotnya bisa dikelompokkan menjadi sebuah himpunan tersendiri. Logika fuzzy bisa digunakan di berbagai bidang, missal seperti pada sistem diagnosia penyakit (dalam bidang kedokteran), riset operasi (dalam bidang ekonomi), pemodelan sistem pemasaran, prediksi terjadinya gempa bumi, kendali kualitas air, klasifikasi dan pencocokan pola (dalam bidang teknik), dll.

Contoh kasus yang menggunakan Fuzzy Tsukamoto dalam penilaiaanya adalah:

  1. Sistem pakar dengan inferensi Fuzzy Tsukamoto dalam mendiagnosa penyakit saluran reproduksi manusia.
  2. Sistem pakar diagnosis penyakit hati menggunakan metode fuzzy tsukamoto.
  3. Implementasi fuzzy tsukammoto dalam mendiagnosa penyakit diabetes melitus.
  4. Dll


Langkah Langkah Apa saja Dalam Menggunakan Algoritma Fuzzy Tsukamoto?

Jika ingin membuat sistem menggunakan penerapan perhitungan Fuzzy Tsukamoto, maka langkah-langkah yang harus disiapkan adalah:

  1. Mencari pakar yang sesuai dengan tema sistem yang akan dibuat
  2. Mendapatkan data hipotesa, misal penyakit, kerusakan, dll.
  3. Mendapatkan data evidence tiap hipotesa.
  4. Mendapatkan bilangan himpunan fuzzy pada tiap evidence. Misal evidence gula darah memilki nilai rendah < 60, nilai sedang 60-100, dan nilai tinggi > 100.
  5. Mendapatkan data rule / aturan dari pakar berdasarkan data.
  6. Setelah mendapat semua data yang dibutuhkan, langkah selanjutnya adalah menghitung data tersebut ke dalam teori Fuzzy Tsukamoto, sehingga menjadi hasil yang diharapkan.
    Silahkan klik disini untuk melihat langkah perhitungan Fuzzy Tsukamoto