Penerapan Dempster-Shafer


Dempster-Shafer Cocok Untuk Kasus Seperti Apa

Seringkali ada pertanyaan diatas muncul ketika mau membuat sistem menggunakan metode Dempster-Shafer. Karena itu, disini kami jelaskan kasus apa yang cocok menggunakan metode Dempster-Shafer dalam penilaiannya dan langkah apa saja yang perlu disiapkan.

Metode Dempster-Shafer sangat cocok digunakan untuk kasus yang membutuhkan pakar untuk menentukan besarnya kepercayaan terhadap evidence/gejala terhadap suatu hipotesa. Lalu hasil akhirnya berupa besarnya prosentase gejala yg dipilih terhadap hasil hipotesa.

Contoh kasus yang menggunakan Dempster-Shafer dalam penilaiaanya adalah:

  1. Mencari Diagnosa Jenis-jenis Penyakit Diabetes Melitus
  2. Mencari Diagnosa untuk Penyakit Tanaman Padi
  3. Dll


Langkah Apa saja yang Perlu Disiapkan untuk Membuat Algoritma Dempster-Shafer?

  1. Mencari pakar yang sesuai dengan tema sistem yang akan dibuat
  2. Mendapatkan data hipotesa sesuai bidang ahli si pakar.
  3. Mendapatkan data evidence pada tiap hipotesa.
  4. Jangan lupa data pendukung untuk menghitung Dempster-Shafer seperti besarnya kepercayaan pakar terhadap evidence pada setiap hipotesa.
  5. Setelah mendapat semua data yang dibutuhkan, langkah selanjutnya adalah menghitung data tersebut ke dalam teori Dempster-Shafer, sehingga menjadi hasil pasti berupa keputusan hipotesa apa yang paling tepat dengan evidence yang diinputkan user.
    Silahkan klik disini untuk melihat langkah perhitungan Dempster-Shafer